Ketika Malam Menanti Bintang
Malam-malam sebentar bermain hujan, setelahnya bercengkerama bersama gerimis.
Malam-malam menembus dinginnya belaian udara membalut cerita, selebihnya tertawa.
Malam-malam sebelumnya menyimpan kata, hanya mengandalkan ketajaman rasa.
Malam-malam berikutnya membaurkan asa, meraih cita, menjadikan mimpi jadi nyata.
-aY-
Solo, 301008
p.s: aku merindukanmu seperti hujan merindukan tanah. *siapa sih yang pernah nulis itu?*

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda