Senin, 30 Juni 2008

Nanad: Hari ini Malang Nasibmu

Seorang teman kos saya. Nanad yang juga sekampus dan sekelas dengan saya tiba-tiba mengetuk pintu kamar.

Tok tok tok. "ayu...Aku jatuh miskin hari ini" lalu saya sedikit mengangkat henpon dan membuka pintu lebar-lebar mempersilahkan dia masuk masuk kamar.
"kenapa Nad?" tanya saya. "Yuk, tau gak? ATM ku gak bisa buat ngambil duit. Huhuhuhu" sambil cengar-cengir terlentang di atas kasur saya "Tadi aku ke atm, maksudnya supaya bisa ambil laundry'an, ambil pesenan sprei di PGS dan gak kehabisan uang setelah cuci mobil" semangat cerita dia. "lalu?"tanya singkat saya. "Nah, tadi ke atm. Trus, duitku gak bisa diambil. Aneh. Trus aku coba buat cek saldo ternyata bisa. Yasudah aku langsung ke customer service bank nya buat ngecek. Udah gitu antriannya puanjang bgt" menghela napas "Nah, trus begitu sampe giliranku, kata si mbaknya kalo atm ku itu ada bagian yang gak terdeteksi. Mungkin ada yang rusak. Laiya langsung aja ku bilang ^mbak, atm nya tadi buat ngecek saldo aja bisa masa' buat ngambil duit gak bisa kalo alasanya ada bagian yang gak kebaca?"dengan muka melas malah ketawa sendiri tuh anak.

"lhah trus gimana Nad?"sok empati. "Yaudah duit cuma cukup buat ambil mobil yang dicuci. Kalo aku pake duit sisanya buat ambil laundry plus pesenan sprei, Apa ya aku makan sprei yuk? Soalnya mamaku lagi di jogja dan gak bawa buku tabungan ma KTP nya lagi abis masa berlakunya."

Jyahahahahah makan aja tuh sprei! Dan dengan bodohnya saya ngasal aja ngasih ide ke dia.
"Yaudah, kalo gitu kamu aja yang buka rekening baru. Trus mamamu suruh transfer. Beres!" ide bodoh.
"Jyahahahah"ketawanya membuat saya bingung "hey Yuk, kalo aku yang buka rekening lagi pake duit siapa nON?Lha duit aja cuma cukup buat makan"

Berasa bodoh sekali. Menyesal melontarkan ide tadi. Dasar! Gak pake mikir. Ahahahahah. "Yasudah sana kamu ke jogja aja, ketemu mamamu dan minta duit" jawab saya tanpa malu merasa bodoh kek tadi.

Aduh Nad. Malang sekali nasibmu dear. Padahal tadi pagi saya habis dari kamar dia dan mengatakan kalo saya sudah dapat kiriman uang.

Ckckckck. Anak kos terancam miskin. Kek kami ini. Awal bulan belanja-belanja. Gak berasa masih ada kebutuhan ini itu yang berhubungan ma kampus. Begitu tengah bulan. Barulah sadar membuat perhitungan bagaimana meminimalisasi pengeluaran dalam sgala kebutuhan.
Memang suka lupa diri. Tapi gak pernah kapok-kapok.

Wkakakakak, Nad nad. Kalo hari ini kamu jadi gak punya duit blas, saya malah lagi dapet duit banyak. Nasib kita hari ini bertolak belakang.Hihihih


*ngitung saldo buat perencanaan pengeluaran bulan ini*

Korban Kecelakaan STSI

Masi ingat kan postingan saya sabtu lalu tentang kecelakaan STSI?

Pengendara motor terlindas oleh kendaraan lain di bagian kepalanya. (maaf) dan orang yang diboncengkannya alhamdulillah selamat meskipun lecet-lecet.

Memang mengenaskan sekali. Seorang teman kos saya menceritakan tentang korban tersebut, sebab pacar teman saya itu sedang berjaga di bagian forensik RSDM. Jadi beberapa jam setelah kejadian si pacar bertugas memvisum korban tersebut. Dan tentunya si pacar bercerita pada teman saya itu. Kasus kasus seperti itu dan yang lainnya sudah biasa menjadi pembicaraan kami sebagai mahasiswa yang berjuang mencapai cita-cita kami menjadi dokter yang kompeten.

Coass di bagian forensik,jika semakin banyak korban yang perlu visum maka akan semakin banyak pengalaman kami dalam belajar. Tapi bukan berarti kami berdoa semoga banyak kasus-kasus kecelakaan,pembunuhan dsb.
Oleh karna itu kami menjunjung tinggi "mortoui vivos docent"

Tanpa mereka kami tak akan pernah tau. Tanpa mereka kami tak akan mengerti.

Untuk korban, semoga Allah menerima amal baiknya dan memudahkannya di alam kubur.
Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga tabah. Untuk semua yang sedang coass di RSDM, semangat yak!
Untuk semua teman, ingatlah bahwa setiap makhluk yang diciptakan-Nya pasti akan kembali pada-Nya dengan cara apapun yang tak pernah kita tau.

^_^

Korban Kecelakaan STSI

Masi ingat kan postingan saya sabtu lalu tentang kecelakaan STSI?

Pengendara motor terlindas oleh kendaraan lain di bagian kepalanya. (maaf) dan orang yang diboncengkannya alhamdulillah selamat meskipun lecet-lecet.

Memang mengenaskan sekali. Seorang teman kos saya menceritakan tentang korban tersebut, sebab pacar teman saya itu sedang berjaga di bagian forensik RSDM. Jadi beberapa jam setelah kejadian si pacar bertugas memvisum korban tersebut. Dan tentunya si pacar bercerita pada teman saya itu. Kasus kasus seperti itu dan yang lainnya sudah biasa menjadi pembicaraan kami sebagai mahasiswa yang berjuang mencapai cita-cita kami menjadi dokter yang kompeten.

Coass di bagian forensik,jika semakin banyak korban yang perlu visum maka akan semakin banyak pengalaman kami dalam belajar. Tapi bukan berarti kami berdoa semoga banyak kasus-kasus kecelakaan,pembunuhan dsb.
Oleh karna itu kami menjunjung tinggi "mortoui vivos docent"

Tanpa mereka kami tak akan pernah tau. Tanpa mereka kami tak akan mengerti.

Untuk korban, semoga Allah menerima amal baiknya dan memudahkannya di alam kubur.
Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga tabah. Untuk semua yang sedang coass di RSDM, semangat yak!
Untuk semua teman, ingatlah bahwa setiap makhluk yang diciptakan-Nya pasti akan kembali pada-Nya dengan cara apapun yang tak pernah kita tau.

^_^

Satu Lagi : Suryawan

Dahulu kala, saya punya seorang teman. Berjenis kelamin laki-laki (gak tau ya aslina kek gimana). Saya cuma mengingat, namanya Suryawan. Pastinya, dia bukan sodaranya Surya saputra. Hobinya bersenandung tanpa ada riwayat merdu dari suaranya yang suka naik turun seenaknya.

Meskipun begitu dia tergolong anak kecil yang baik hati, suka menolong dan rajin menabung (basa basi doang)

Dia adalah temen SMP dan SMA saya. Menyenangkan. Seringkali dia bernyanyi untuk saya. Kita kan pernah sekelas gitu. Dengan menahan keinginan saya untuk kabur dari "show time"nya di depan saya, maka saya hanya bisa cengar-cengir gak karuan.

Sudah lama sekali tak berjumpa dengannya. Yang saya tau sewaktu lebaran tahun kemarin dia n d'gank bermaksud mendatangi rumah saya. Tapi, keberuntungan kalian bertemu nona cantiq ini belum terkabul. Saya sudah terlanjur cabut ke solo buat kembali ke kandang peradaban saya sebagai mahasiswa.

Saya pikir dia hilang kebawa angin dan debu. Ternyata bocah satu ini masih hidup di MP dan dunia nyatanya.

Wah wah. Jadi kangen suara ancurmu naK. Mari kita bernyanyi bersama.

*senyum2 gak jelas*

Biarkan Aku Berdamai Dengan Hatiku

Riuh...lalu seketika melirih
Menembus batas yang menjulang tinggi
Melewati jutaan hamparan menghadang
Diam, bukan membisu
Mencoba memungut sesuatu yang tercerai berai
Bukan untuk menyusunnya kembali
Dan bukan untuk menghadirkannya sekali lagi
Hanya menyimpannya sebagai lembaran sejarah berarti
Tidak ditambah
Tidak pula dikurangi
Pintu itu masih tertutup rapat
Meski kau menggenggam kuncinya
Tapi, tak mudah untuk melaluinya
Berganti ruang dalam perbedaan terbentang
Perlahan, kau mengetuknya
Kecuali sang pemilik, maka tak seorangpun mampu membukanya untukmu
Tak semudah bayanganmu mendapatkan itu
Sejuta caramu menggambarkan indahnya pelangi dengan sentuhan warnanya
Sejuta akalmu menceritakan bintang jatuh itu menakjubkan
Bahkan, hujan turun pun kau maknai dalam senandungmu
Meski galau mendesir terus merapat
Bukan itu yang kumau!!
Aku menempuhnya pada caraku sendiri
Hingga kelak kau akan tau
Dan aku menjawabmu


**Penulis tersenyum lega**

Minggu, 29 Juni 2008

Ujian Lagi

Lagi dan lagi..
Besok ujian lagi..
3 mata kuliah pula,
dalam waktu yang berurutan,
dari jam 8 bablas sampe jam 11,
sungguh kejam,
penyiksaan belum berakhir,
hanya ada 2 pilihan,
im happy or im not happy.
hupff...

*muka kucel*

Sabtu, 28 Juni 2008

Nendang Henpon

Sudah pagi ternyata...
Badan pegel. Kek di pukul-pukul. Mata masih mengantuk. Hidung bumpet.
Kebangun karna barusan saja kaki saya menendang henpon cdma lalu terjatuh dari kasur.
Sudah tau tidur pecicilan tapi masih juga naruh henpon di atas kasur. Tak apalah. Suara henpon jatuh ketendang lebih manjur untuk membangunkan saya daripada suara alarm jam yang nyaring itu. Paling reflek mematikan lalu molor lagi.

Sedikit Rakus

**kenyang**Tadi hanya berkeinginan makan saja. Tidak berniat pergi keluar. Bahkan membeli makan tidak terpikirkan.
Saya pikir kuat dan biasa saja tanpa menyantap menu malam.
Ternyata urusan perut membuat saya harus mengeluarkan motor. Sedikit mengebut. Lama mengantri. Lalu mengeluarkan uang.
Menu yang dalam seminggu ini telah jadi isi perut sebanyak 3x.
Hangat.
Enak.
Kali ini saya menambah 1 bungkusan lagi selain menu utama. ~ketan bubuk juruh~ begitulah orang-orang menyebutnya.
Berpikir tidak makan/menundanya ternyata ide buruk. Malah jadi makan malam yang kemalaman. Membuat saya mengantuk kemudian tidur. Itu artinya resiko gemuk lebih besar dibandingkan jika tadi saya segera makan.

Bosan:*Sekali Lagi*

Tiba-tiba saya merasa bosan. Penyakit apa ini?! Sadis!
Saya benci rasa bosan. Menguliti setiap keinginan melakukan sesuatu. Semuanya jadi biasa saja. Datar. Tidak menarik sedikitpun. Sudah mencoba tertawa tapi tidak mengusir bosan.
Tau persis asal muasal bosan ini muncul seketika menghadang saya. Tapi tidak berusaha mencari jalan keluar. Dasar bodoh!!
Sungguh egois. Memutar lagu-lagu dengan volume yang cukup mengganggu tetangga kamar sebelah*mungkin*
Saya tau penyebabnya. Tapi malas memikirkannya.
Sekali lagi. Semua ini terjadi sekali lagi. Selalu begitu. Saya tak ingin.
Mencoba tuk pahami mencari celah untuk mengakhiri sesuatu yang memang seharusnya berakhir.
Arrgghh...Sebuah tanya belum terjawab.
*melamun sebentar boleh?*

Liburan: Biasa Saja

Libur semester. Bukan berarti langsung berlibur. Menunggu hasil ujian. Hasil yang biasa saja. Mengurus surat penelitian di rumah sakit. Menunggu dosen. Masih ke kampus. Tapi bukan SP sebab di kampus saya tidak pernah ada SP. Ujian ulang. Lalu mendaftar ulang comuda. (pertama kali langsung masuk *bedah*). Lalu comuda selama 2 minggu. Melanjutkan penelitian. Mengurus surat "puas" comuda. Registrasi. Menambah 1 semester. Mengurus skripsi.

*lalu kapan berlibur?*

Jumat, 27 Juni 2008

Catatan Sore Hari

Sedikit mengomel sendiri..
---*_*---
Selamat siang!
-sudah mulai sore
Masi lemas?
-sedikit
Sudah makan?
-sudah*tapi kurang*
Urusan siang tadi?
-hanya meng'copy
Berniat pergi malming?
-berniat saja tidak
Menyelesaikan bacaan?
-masi banyak yang menumpuk*belum selesai*
Sudah belanja?
-belum ada waktu
Tidak jadi mencuci motor?
-belum sempat
Sudah servis motor?
-bulan depan saja
Memikirkan sesuatu?
-bagaimana menghadapi hari senin lusa
Prepare penelitian sampai tahap apa?
-membunuh rasa malas
Punya camilan?
-tidak
Membeli icecream?
-lupa
Menunggu telpon?
-tidak. Barusan sudah
Sekarang mo ngapain?
-liat acara tv yang tolol*LOL*

semakin sore..lelah.
*malas membuang sampah*

Kecelakaan di STSI

Siang terik yang sangat panas memaksa saya harus menembusnya. Kalau saja tidak ada kebutuhan untuk meng'copy dan membeli makan mungkin saya tidak akan selemas ini.
Sudah beberapa kalinya saya melihat kecelakaan yang mengerikan. Selalu ketika saya menyetir sendiri. Entah saya menyetir motor ato mobil. Tapi ini pertama kalinya saya melihat kecelakaan mengenaskan di daerah kampus.
Jalanan yang sering saya lewati dengan kecepatan tinggi jika saya memang terburu-buru. Tepatnya di daerah depan STSI (sekarang ISI) Solo. Daerah yang memang sangat rawan sebab seringkali pemakai jalan berlalu lalang dengan seenaknya. Berbelok. Ngebut. Bahkan pengendara motor yang ugal-ugalan. Saya melihat korban terkapar di tengah jalan. Masih menunggu ambulance datang. Banyak sekali orang-orang berkerumun di sekitar lokasi. Polisi membuat batas TKP.
Beberapa kali saya melihat kecelakaan tetap sama saja rasanya. Tubuh saya jadi ^lemas^. Padahal berniat membeli makan di sekitar situ.
Pada akhirnya saya memutuskan lebih baik membeli makan di dekat kos saja lalu cepat pulang dan beristirahat.
Peringatan juga bagi saya. Setiap kali setelah melihat kecelakaan lalu saya tidak berani mengendarai motor ato mobil dengan kecepatan tinggi.
*semoga seterusnya tidak mengebut meski terburu-buru*

Sesaat Saja

Malam.
Bingung.
Diam.
Melamun.
Masih dalam dekap nafas.
Merintih dalam tangis.
Bukan penyesalan.
Hidup.
Perjalanan panjang.
Waktu teramat singkat.
Aku di sini

Kamis, 26 Juni 2008

Mati Listrik Mati

Jam Setengah 2 dini hari. Tiba-tiba pet pet pet. Listrik mati. Entah gangguan ato apa. Tapi, pemadaman gak mungkin dini hari seperti ini.
Begitu lampu mati saya langsung deg-deg an. Bukan karna gelap. Melainkan teringat kejadian 2 tahun lalu terjadi kebakaran pada sekering utama kos saya lalu sekering meledak.
Ternyata bener!!!!!
Sekering meledak lagi...
Ini saya berada di halaman kos bersama teman-teman. Mengamankan diri.
Ya TUHAN, saya takut...

Sekotak Coklat

Sekotak cokelat tepat tengah malam. Melegakan lelah dari rutinitas hari ini.
Cokelat putih. Keluaran Delfi. Treasures.Cookies N'Cream.
Hm, tepatnya sebagai pengantar tidur malam ini.
*kpn sikat giginya?*

Ketika Hati Bicara

Angin yang kering seolah berubah sejuk meski terasa bagai badai
Seperti petir meriuhkan hujan pada langit yang pekat
Entah, gemuruh apa menderu di hati terdalamku
Seakan ada yang mengetuk pintu penuh harap untuk terbuka
Akankah ini menjadi rahasia agung yang kurindukan
Bila bahagia kelak membukakan tujuh pintu rizki
Semua resah kuserahkan passah derai air mata dalam sujudku
Benarkah dia mimpi indah yang jadi anugerah hidupku..
Allahu yaa Rabb...bimbing aku dalam cinta-MU
*ajoe, tentang saya*

Malam-Malam Sunyi

Kuselesaikan tetes demi tetes mengaliri wajah ini...

Tuhan...
Tak ada yang mampu ku ucap
Hanya hati yang berkata
Biarkan ujung menjadi perjuangan
Ku ikhlas pada garis terlewati
Biarkan deru desirnya menyeru
Sebab ku tak ingin meragu
mencintai-MU
Hingga akhir nafasku
Menuju satu pintu


Tuhan...
Aku rindu


*ajoe, tentang saya*

Rabu, 25 Juni 2008

Saatnya Pulang Ke Kos

Sudah berjam jam saya nongkrong di sini. Bersua sama si maya yang bikin dunia saya sangat luas. Tidak enak rasanya...berlama-lama. Sedangkan perut saya yang sedari tadi belum di isi.

Sudah ah...mau pulang koS dulu.

Melanjutkan rutinitas sebagai anak koS lagi (lhah emang sekarang lagi bukan anak koS ya??)

Kangen My Sista

hmmm,,me and my sista

mbak yang endut...wkwkwkwk...tapi cantik kan???

haiyoooo, bantulah adekmu ini kak. Saya bosan ingin berlari ke sana lagi. Menjajah hidupmu dan memalakmmu

Foto serabutan di MATOZ lumayan murah yah?

Betewe, saya ini sedang bingung kak...Tiba-tiba saya merasa sangat malas diperhatikan laki-laki.

Ahiak hiak hiak...

Mazbib ituh yang mana seh? Saya masih menunggu mas hamiD menelpon. Katanya sih, masbib udah kasih tau lagi nomor saya ke mas hamid sejak hapenya hilang ituh.

Apalagi ada yang sudah semangat 45 tuh mau ngenalin ke Noga juga (naga kaleeeee...) terus masih ditambah si mas satunya lagi yang sekarang juga sudah pindah ke Jakarta. Katanya kalo pulang ke solo, bakal digelar dinner bareng keluarga.

Aih aih, saya masih senang hidup begini. Bebas dan Lepas.

Bagaimana ini???!!!

Dikira Petugas ATM

Pagi tadi sebelum saya mengurus surat penelitian skripsi di Rumah Sakit, saya menyempatkan diri ke ATM BNI dekat kos saya. Uang 3000 rupiah di dompet keknya gak mungkin deh mencukupi kebutuhan hari ini.

Setelah sampai depan pintu ATM, si mbak cantiq yang memang petugas ATM memberi tau saya kalo ATM masih offline. Sekitar 2-3 menit lagi baru bisa. Ya sudah saya putuskan untuk menunggu. Hanya beberapa menit menunggu gak ada ruginya daripada saya keluar bensin untuk pindah ATM di tempat lain. Kemudian, tak lama datanglah seorang mbak-mbak tapi berwajah kek ibu-ibu deh. Lalu, si mbak itu juga dikasi tau sama mbak petugas ATM kalo ATM nya masih offline, sekitar 2-3 menit lagi baru bisa dan sekarang lagi ditelponkan pusat oleh pak satpam.

Saya pikir daripada malas menunggu, maka saya mengeluarkan hape dan membuka opera mini seperti biasa. Gak lama berselang si mbak petugas ATM masuk bank. Lalu si mbak kek ibu tadi tiba-tiba bertanya pada saya "Mbak, ATM nya sudah bisa ya? Sudah ditelpon ya mbak?" pertanyaan si mbak kek ibu itu membuat saya bengong seketika. Bingung mau jawab apa. Pengen sedikit marah karna bete tapi juga pengen ketawa karna lucu. Lalu saya jawab " Lah, mana saya tau. Saya kan juga mau ambil duit" Trus si mbak itu malah balik menjawab "Lah itu, mbaknya pegang hape barusan nelpon kan? Sudah bisa belum ATM nya?" Yaaaammpun, saya jawab lagi "wah, saya gak tau. Saya gak nelpon, saya kan juga mau ambil duit di ATM. Dari tadi jelas-jelas saya mengantri begini"

Glekkk...sambil nelen ludah saya jadi sewot sama si mbak kek ibu itu.

Untungnya si mbak petugas ATM segera keluar lagi. Lalu menjelaskan lagi pada kamu untuk menunggu sebentar lagi kalo berkenan menunggu karna PAK SATPAM sedang berusaha menelpon.

Sudah saya bilang saya juga mau ambil uang. Eh, masih aja ngeyel kalo saya yang menelpon pusat biar ATM online. Padahal tadi si mbak petugas ATM sudah jelas-jelas bilang kalo pak Satpam lagi telpon pusat biar ATM online. Selain itu si mbak kek ibu itu memang gak bisa ya membedakan mana petugas ATM mana orang yang mau ambil uang. Padahal saya berkostum ala mahasiswa. Pake sepatu trepes gitu. Bawa tas gede yang isinya berkas-berkas skripsi saya. Beda sekali sama si mbak petugas ATM yang pake seragam orange, bersepatu kerja, setidaknya lebih rapi dikit dari saya (haks..hakss gak mau kalah rapi).

Jadi, si mbak kek ibu tadi mengira saya petugas ATM ato saya Satpam yah??!!

*haduh mbak, kelewatan banget sih*

Mengurus Skripsi yang Ngaret

Yiiihhhaaaaaa...

Ini kedua kalinya saya menulis dengan postingan dengan judul yang sama. Tadi posting dari hape. Eh ternyata tiba-tiba koneksi terputus dan tak bisa lagi. Hiks..

Wiwh, bangun kesiangan lagi. Dasar pemalas! Gadis perawan bangun siang! Jangan diulang! (iyah..iyah..tadi pagi kan juga udah bangun lalu tidur lagi) Yasudah tak apa kalo libur begini.

Tau tidak. Sambil menulis ini saya senyum-senyum sendiri. Menikmati udara pagi yang sejuk, meneyegarkan dan tentunya menyenangkan.

Kemarin sempat awut-awutan. Penampilan kucel sana-sini. Gak jelas. Lalulintas pikiran semrawut. Hati berdesir-desir. Lupa makan seharian. Lalu menangis semalam. Haaaaaiiiiaaaaaa....dasar! itu namanya kerjaan setan buat mengganggu kamu berhasil.

Tapi tidak dengan pagi yang indah ini.

Hm, kemarin ya...entah tak ada hujan tak ada badai tapi bagai disambar gledek. Kemarin sekitar jam setengah sebelas siang ada SMS masuk ke hape saya. Hm hm hm berhubung malas sekali jempol ini mengetik lalu saya menelpon balik. Hah, siapa sih?? Heheheh..mas ARGAnteng, seorang teman baik saya di sini yang juga dari kampung halaman saya menanyakan sesuatu. “Ada apa?” tanya saya singkat. “Ini, saya mau mengurus surat penelitian yang dari rumah sakit, sekalian gak?" lalu saya menjawabnya "Revisian belum saya siapkan dan belum mengambil uang, besok saja".....bla bla bla sampai akhirnya selesai sudah percakapan itu.

hm, berasa disamber gledek saya langsung menyiapkan segala sesuatunya tanpa malas-malasan lagi. Hihihihih dia itu kan teman seperjuangan saya mengerjakan skripsi. Takut saya ketinggalan jadi langsung ba bi bu deh.

aih aih...sebenarnya ada apa seh??

hmmmmm, iyah kalo tak ada dia rasa malas saya bergelantungan di tubuh saya. Tak enak. SSSStzzzzttttsss.....

Dan.........

Pagi ini saya baru inget, kalo kemaren saya bilang akan menelponnya untuk menanyakan gimana kelanjutan pengurusan surat penelitian kita yang sudah pending 1 bulan di rumah sakit.

ouwwwwhh, saya baru menelponnya jam 7 pagi tadi. Lalu dia menjelaskan bla bla bla bla.

Kemudian dengan semangat 45 saya mandi, bersiap dan bergegas menuju rumah sakit tempat saya melakukan penelitian skripsi.

Pertama,

Saya menuju ruang direktur rumah sakit. Tok tok tok. "Mbak...(ada mbak yang agak cantik yaitu si sekretarisnya pak direktur) saya mau mengambil surat penelitian. Sudah sekitar satu bulan yang lalu saya sudah memasukkan surat dari kampus. Apakah surat kelanjutannya sudah turun ke bagian diklat?" hm..si mbak sibuk nyari data di buku surat-surat masuk. Tak ditemukan juga nama saya. Lalu "hm, mbak ke bagian diklat langsung aja yah, itu di sebelah" begitulah jawaban si mbak sekretaris.

Kedua,

Saya langsung ke bagian diklat yang ruangnya dekat dengan ruang direktur RS. "Permisi mbak, saya mau menanyakan apakah surat penelitian saya sudah jadi? saya mau mengambilnya" tanya saya tanpa berbelit. "Hm, mbak namanya siapa? Kapan memasukkan surat ke sini? Sebentar ya saya cek dulu" lalu saya menunggu sebentar "Mbak, ini Pak Sugeng nya baru jadi MC, tunggu sebentar ya, sekitar 30 menit lagi. Soalnya mbak harus konsultasi dulu di bagian diklat baru suratnya bisa turun" ....hmm"Baiklah mbak, saya akan menunggu aja, gak apa-apa. Saya tunggu di luar"

Ketiga,

Pak Sugeng datang. "Mbak yang mau penelitian?" tanya si bapak yang pernah menjabat jadi staf RM. "iya Pak. Ini proposal penelitian saya"....Lalu si bapak mulai mewawancarai saya dari A-Z tentang penelitian saya nanti. Setelah selesai, Pak Sugeng berpesan "Mbak 1-2 hari lagi insyaallah suratnya jadi. Boleh telpon atau silahkan langsung cek kesini ya. Ini saya bantu, saya tanyakan ke bagian IBS. Saya konsultasikan." Sembari si bapak tersenyum. "Terima kasih banyak Pak atas, saya pamit dulu"

Yiiiiihaaaaaaaa, selesai. Tapi saya jadi inget. Dulu saya pikir, begitu surat ditaruh ke direktur. Lalu surat sudah jadi dan ketika saya mengambilnya sambil dikasih arahan selayaknya konsultasi. Eh ternyata 1 bulan, surat saya hanya mendekam saja. Salah perhitungan atau akibat kurang bertanya yah???!!! (dasar bodoh....!)

Lalu, untuk si mas yang baek ati;

Kapan kita mulai penelitian??ayok sama-sama. Biar saya tidak dikurung rasa malas berhari-hari lagi. Biar kita gak sama-sama kesepian nunggu pasien OP di IBS. Hakz hakZ. Tengkiyu ya mas ARGAnteng

Selasa, 24 Juni 2008

Fren yang Gak fren

Fren! Kenapa jahad sih. Gak tau ya kalo saya lagi membutuhkan telpon.
Putus nyambung putus nyambung. Apa-apaan sih?

*mazbib* sudah sana istirahat dulu. Selamat menunggu orang rumah pada pulang yah. Lalu jangan tidur sama kodok yang dari tadi berisik di telpon. Hihihih.
Cepet sembuh! Jangan menularkan flu lewat telpon.WuaAhahahahah

#masih mikir, kapan saya ke jogja lagi ya?

Senin, 23 Juni 2008

MATA luluz

Alhamdulillah
ujian akhir matkul "MATA" lulus. Gak kena ujian ulang.
Ailopyu mata.
Upf..Tapi lum tau nilainya brapa. Taunya ya pas terima KHS. Begitulah kekejaman d kampus saya. Cuma mencantumkan pengumuman nama-nama yang gak lulus tanpa mencantumkan nilai.
Aneh.
Tapi yasudalah. 'ilmu penyakit mata' yang sempat bikin saya menangis sewaktu mengulang belajar buat ujian besoknya. Gimana gak saya nangis (aihh...dasar caldok cengeng!!) lhah bahan materi ujian banyak banget. Setumpuk handout dosen. Dua buku literatur. Padahal mata yang cuma buletan begitu tapi penyakitnya banyak banget. Belum termasuk komplikasinya. Haduw haduw. Tapi sepertinya pernah terbesit juga pengen lanjut spesialis mata (Aih aih...S.Ked nya diselesein dulu noN, coas aja belum)
Iyah iyah. Tak apalah. Impian kan boleh saja. Biar semangat 45.
Chayyyyyyoooo!

Menu Makan Malam

Belum juga beranjak dari atas kasur. Kecapekan setelah seharian nge'mall (cie...cie...dapet barang baru niy)
Ternyata lupa belom makan malam. Gara-gara tadi ketiduran. Tapi sekarang masi layak buwat makan kok. Gak perlu takut ndut. ~ahiak ahiak~ kan emang ndut. 49 kg berubah jd 53 kg. Yaaampuuun...gak bisa turun lagi. Apa bole buwat. Yang penting gak nambah lagi. Amin. :p
yiiiHhhaaaa...dari tadi otak saya yang mengatur pusat lapar udah ngasih sinyalnya terus. Toet toet toet toet. Saya lapar!!!
Ide bagus lok makan gudeg ceker palang sepur solo. Pake bubur lemu. (bukan bubur gemuk lhoh...)
Tempat jualannya di sebelah rel kereta jebres. Kanan jalan dari arah kos.(yailah...siapa juga yang tau kos kamu sebelah mana..)Jam 9 malem baru mule gelar dagangan tuh tempat makan. Ughh..Mesti keluar malem deh. Udah gitu kalo datang gak pas waktunya musti ngantri boooowww(mau makan aja susah pake ngantri..)
Tak apalah demi makanan bercita rasa, enak, anget, murah, PUAS!!

Siapa mau nitip?Enag lhoh!

Alhamdulillah: Untuk Hari Ini

Hari ini keluar pengumuman lagi. Tiga mata kuliah. Bedah, Rehabilitasi Medik dan GKBN (Gerakan KB Nasional).
Awalnya saya enggan untuk melihat sendiri pengumuman di kampus. Rasanya belum siap buat shock therapy. Cuma ada pilihan "im happy or im not happy". Saya memang paling gak suka suasana setelah ujian akhir setiap semester. Dag dig dug dor!!
Apalagi mata kuliah yang jadi 3 berlian di semester ini.
Menyeramkan!!
Alhamdulillah pengumuman yang keluar hari ini lolos semua. Senang rasanya meski masih harap-harap cemas sebab 4 mata kuliah yang lain belum keluar pengumuman lulus enggaknya
Yup...Saya bersyukur.
Thanks God-
:)

Minggu, 22 Juni 2008

Pagi yang Dingin

Sudah sampai solo lagi jam 5 pagi tadi. Lalu tidur lagi. Hohohoh baru bangun jam 8. Sekarang sudah jam setengah sepuluh. Tapi belom juga mandi. Pemalas!!
Padahal jam 10 mau jalan ma temen.
Heheheh

Label:

Sabtu, 21 Juni 2008

Minggu memilih dan memasak

Hari ini bangun kesiangan. Gak tau kenapa tidur terlalu nyenyak. Berbeda dengan hidup di koz,kalo kesiangan gak ada yang ngomelin. Hwehehehew.
Okey, cepet cepet mandi tp mandinya gak cepet. Setelah itu mengintip ke dapur. Ternyata mama sedang memasak. Hmm, perlu bantuan rupanya. Saya disuruh menggoreng kerupuk karna masakan yg lain sudah hampir matang. Menu sarapan kita minggu ini ketupat opor+sambel goreng daging+kerupuk.
Yummy!
Makan bersama.
Setelah itu saatnya "nyobloz". Sesampainya d TPS saya baru melihat siapa saja calon gubernur Jateng. Selama ini cuma 1 calon aja yang saya tau, itupun karna baliho nya banyak di sekitar koz saya.
Tanpa bersusah-susah, hanya dengan membawa kartu pemilih lalu menyerahkan undangan pemilihan yang diganti dengan kartu suara. Kemudian saya mencoblosnya bersama mama dan adek karna hanya ada 3 bilik suara. Baru kemudian papa menyusul. Setelah serangkaian proses memilih selesai lalu kami pulang.
Acara dilanjutkan dengan membuat kue. Bukan kue!! Salah! Roti boy. Hakz hakz. Yah semacam itulah. Eksperimen mama yang pertama buat roti manis seperti itu setelah kemarin-kemarin berhasil membuat bolu gulung, cake, kue sus. Hm, prospek mama setelah pensiun kekna. Boleh-boleh.
Chayo mamaku cayank!!

Lirik Sebelum Tidur

Sembari berusaha untuk tidur, lirik ini menemani hati :

Demi matahari dan sinarnya di pagi hari
Demi bulan apabila ia mengiringi
Demi siang hari bila menampakkan dirinya
Demi malam apabila ia menutupi
Demi langit beserta seluruh binaanNYA
Demi bumi serta yang ada di hamparanNYA
Demi jiwa dan seluruh penyempurnaanNYA

ALLAH Subhanallah

*love song, penyemangat hati dan jiwa...Cinta yang tak pernah usang, kekal dan terindah.

Jumat, 20 Juni 2008

Ujian ULANG-kampus

Istilah yang saya benci sampai sekarang itu masih menyisakan tanya saya pada para penguasa kampus yang menurut hemat saya telah menerapkan kebijakan ruwet, mbulet dan merugikan.
Disebut ujian ulang karena begini ceritanya:
Setiap semester kampus saya melaksanakan 2x ujian besar berupa mid dan uas. Ketika uas telah selesai dilaksanakan, maka akan dipampang pengumuman hasil ujian. Nah, anehnya..Pada umumnya kampus akan mencantumkan nilai dan nama si empunya nilai.Kemudian ditulis batas lulusnya.Wajarnya memang begitu bukan??
Lain halnya dengan kampus tempat saya berjuang menjadi seorang dokter. Setelah uas selesai, pengumuman yang dipajang hanyalah rentetan nama-nama beserta nomor induk mahasiswa. Itu artinya nama-nama yang tercantum berhak mengikuti ujian ulang dikarenakan nilai uas tak mencukupi nilai lulus. Anehnya adalah hanya nama dan NIM saja yang dicantumkan tanpa menuliskan nilai yang sebenarnya kami dapat. Jadi kami gak pernah tau seberapa jauh kemampuan kami.
Menurut saya ini tidak fair. Tidak transparan. Bahkan,seringkali terjadi kesalahan nama. Maksudnya bahwa seharusnya lulus,tapi namanya tercantum dalam pengumuman ujian ulang padahal ketika KRUU (Kartu Rencana Ujian Ulang) keluar gak ada mata kuliah yang tertera dalam pengumuman itu tercantum dalam KRUU.
Lalu kebijakan berikutnya adalah mahasiswa yang mengikuti ujian ulang, berapapun nilainya maka hasil akhirnya tidak dapat diganggu gugat tetap akan 2,0. Itu berarti jika ujian ulang bernilai 3,0 atau 2,75 maka nilai akhir yang tercantum di KHS tetap akan 2,0.
Saya masih tidak tau menau alasan mengapa transparansi nilai d kampus saya sangat sulit. Hanya ada beberapa matakuliah/lab yang selalu memampang setiap penilaian yg telah jadi kesepakatan mata kuliah/lab tersebut. Itupun jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Bahkan, DEKAN yang berjanji ketika pemilihan DEKAN telah mengatakan bahwa akan menindaklanjuti proses transparansi nilai tersebut, sampai saat ini tidak ada hasilnya.
Pertanyaan terbesar saya adalah "seberapa besar kepentingan mereka hingga mengorbankan para pencari ilmu terpaksa tak berdaya mengikuti aturan kebijakan yang tidak adil itu??"
Sistem yang berbelit dan merugikan. Birokrasi politik kampus yang merugikan.
Lalu saja jadi berpikir, saya belajar memang untuk mencari ilmu bukan nilai. Notabene nilai adalah ukuran prestasi yang sering dijadikan syarat dimana-mana.
Saya pernah geram ketika pihak kampus yang diwakilkan oleh salah seorang dosen mengatakan hal seperti tadi. "Bahwa kalian belajar mencari ilmu,bukan nilai"
Jujur, saya memang tidak menyukai sistem uas yang berlaku d kampus saya yang masih menerapkan sistem belajar konvensional di angkatan saya. Uas dengan 100 soal pilihan ganda (seperti model soal spmb itu lhoh) dengan waktu 100 menit. Jika ada yang hanya memberikan 60 soal itupun sama saja hanya berdurasi 1menit tiap 1soal. Mengapa saya tidak menyukai? Karena cara seperti itu tidak memberikan keleluasaan bagi saya untuk berimprovisasi mengurutkan kerangka pikir saya dari literatur yg saya pelajari. Itu artinya saya harus mempelajari semua bahan kuliah, lalu menghafal semuanya, lalu lupa setelahnya.
Dan 100soal itu artinya jika salah 1point pilihan saja kita lupa benar atau tidak maka kemungkinannya hanya dua. Nomor yang kita jawab hasilnya salah atau malah benar. Berbeda dengan essay yang bisa memberikan kenyamanan kita untuk menuangkan kerangka pikir kita untuk menjawab. Tapi kelemahannya adalah tergantung pengkoreksi. Bisa jadi berlaku subyektivitas dalam penilaian.
Tapi sekali lagi bahwa ujian essay sangat menyusahkan dosen. Untuk mengajar saja mereka harus dikejar-kejar jadwal pasien dll. Apalagi untuk koreksi yang demikian itu.
Eniwei, semua memang ada lebih dan kurangnya. Kepada kampus saya tercinta, "kapan kita akan maju tanpa pembenahan diri? Semua yang diterapkan pada kami secara langsung menjadi pembelajaran bagi cara berpikir kami, cara bersikap kami dan cara belajar kami"
Bukan maksud kami tak ingin bersusah payah berjuang,tapi berikan keadilan yang mendidik jiwa kami sebagai dokter yang berkarakter baik.
Cukup sekian.
Terimakasih

pengumuman mengerikan

Rasanya bagai disamber gledek. Oh,tidak!
Tuhan tolong saya. Lupakan sejenak tentang pengumuman tadi.

waw..WeeKenD ke djOgjA

Yiihaaaaa..
Hari ini adalah hari sabtu. It meaNs weEkenD gituH. Rencana hari ini adalah menjemput mama pulang kerja lalu berangkat ke djOgja menjemput si adEk. Jadi weEkenD keluarga deh. MamapapasayadanadEk.
Tapi sampai pagi ini belum juga ada rencana mo kemana aja. Dasar!! Sukanya pergi gitu ajah. Kemarin ada tawaran ke piZZAhut* eh tapi punya tapi kemarennya kemaren saya sudah makan tuH buletan yg dipotong-potong bernama piZZA bersama kawan-kawan saya. Kepikiran juga akan ditraktir si adEk piZZa. Yawwh, itu berarti jika hari ini deAL, totaLLy bakaL makan piZZA 3x dalam waktu dekat.Tidak tidak!!
Lalu apa ya. Aduhhh...si deDek penghuni djOgja itu dari kemaren memberikan pilihan yang tak jelas.
Huh, makan apa ya nanti..?? Ada yang mau bantu saya mencarikan pilihan tempat-tempat makan yang seru tapi enaG??!
;p

Jalan panjang

Angin berdesir lembut menyentuh kulit seakan meregangkan pori-pori,
Larut sebuah malam telah berganti hari menjelang fajar menyambut mentari,
Letak kerinduan tak lagi bias melainkan tampak semakin nyata,
Kehangatan sirna manakala pikiran menyahut tak ingin semua datang lebih awal...
Beku pun berusaha mencairkan dinginnya,
Hanya ada tanya yang tak pernah tau kapan jawaban itu akan datang
Semua telah digariskan..
Biar saja kerinduan itu menjadi sangat berarti di pertemuan nanti,
sebab bisa jadi jalan masih panjang

Ayam berkokok

Sudah jam 3 pagi. Ajeng sudah pulang dari kantor. Nah, saya belum juga memejamkan mata. Tadi sempat berbincang lewat YM, meskipun berulang kali saya terkena penyakit DC akibat 3G yang hilang timbul tak karuan, apalagi chatting lewat miG.
Hohoho, tak hanya ayam yang berkokok penanda pagi, tapi perut saya ini juga ikut ikutan kukuruyuk.
Laparrrrr..
Entah, dari tadi pikiran saya kemana-kemana.
Buku Babad Tanah Jawi yang malam ini saya agendakan selesai dibaca pun hanya jadi hiasan kasur menamani bantal dan guling.
Ouchhh...Kapan saya tidur ya??